Pelantikan Hakim Tinggi dan PTA Samarinda Awards
Perkuat Integritas dan Kinerja

Ketua PTA Samarinda memimpin prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Hakim Tinggi, YM Ibu Nur Lailah Ahmad, S.H., di Aula PTA Samarinda
Samarinda – Suasana khidmat menyelimuti Aula Pengadilan Tinggi Agama Samarinda pada Rabu (1/7/2026). Hari itu jadi momentum penting melalui penyelenggaraan dua agenda strategis, yakni Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Hakim Tinggi serta Rapat Koordinasi dan Pelaksanaan PTA Awards Triwulan II Tahun 2026.
Kedua kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda, YM Bapak Dr. H. Mame Sadafal, M.H., serta dihadiri oleh Wakil Ketua, para Hakim Tinggi, Panitera, Sekretaris, pejabat struktural dan fungsional. Kehadiran seluruh unsur pimpinan dan aparatur mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun lembaga peradilan yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Agenda diawali dengan prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Hakim Tinggi atas nama YM Ibu Nur Lailah Ahmad, S.H. Prosesi berlangsung secara khidmat sesuai tata cara yang berlaku di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Pelantikan tersebut bukan sekadar seremonial belaka, akan tetapi kegiatan ini menjadi simbol lahirnya amanah baru dalam mengawal penegakan hukum dan keadilan di lingkungan Peradilan Agama di Kalimantan Timur dalam wilayah hukum PTA Samarinda.

Prosesi penyematan pin Hakim Tinggi oleh Wakil Ketua PTA Samarinda, YM Ibu Dr. Dra. Hj. Lilik Muliana, M.H., kepada YM Ibu Nur Lailah Ahmad, S.H.
Dalam sambutannya, Ketua PTA Samarinda, YM Bapak Dr. H. Mame Sadafal, M.H., menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni. Pelantikan merupakan awal dari amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Setiap hakim memiliki kewajiban menjaga kepercayaan masyarakat melalui integritas, profesionalisme, dan independensi dalam menjalankan tugas.
"Pelantikan ini bukan sekadar seremoni administratif, tetapi awal dari amanah yang harus dijaga sebaik-baiknya. Integritas adalah fondasi utama seorang hakim. Ketika integritas dijaga, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan akan tumbuh dengan sendirinya," ujarnya.
Ketua PTA Samarinda juga mengingatkan bahwa tantangan lembaga peradilan terus berkembang. Harapan masyarakat terhadap pelayanan hukum semakin tinggi. Karena itu, seluruh aparatur dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga etika, dan memberikan pelayanan yang profesional serta berorientasi pada pencari keadilan.
Sementara itu, Hakim Tinggi yang baru dilantik, Nur Lailah Ahmad, dalam sesi perkenalan, menyampaikan terimakasih atas terselenggaranya prosesi pelantikan yang berjalan dengan lancar ini. Hakim Tinggi kelahiran Manado ini dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapan agar kehadirannya menjadi keluarga besar Pengadilan Tinggi Agama Samarinda ini dapat melengkapi dan berkontribusi untuk kemajuan PTA Samarinda dengan prestasi-prestasi yang gemilang di masa yang akan datang.
Setelah pelantikan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi dan Pelaksanaan PTA Awards Triwulan II Tahun 2026. Rapat ini diikuti oleh seluruh satuan kerja di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Samarinda. Forum tersebut menjadi sarana untuk mengevaluasi kinerja sekaligus memperkuat koordinasi antar satuan kerja.
Pembinaan disampaikan secara bergantian oleh Ketua, Wakil Ketua, Panitera, dan Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Samarinda. Materi pembinaan berfokus pada peningkatan disiplin aparatur, penguatan budaya kerja, serta optimalisasi pelayanan publik. Pimpinan juga menekankan pentingnya sinergi dalam menjalankan setiap program kerja.

Pimpinan PTA Samarinda secara bergantian memberikan arahan dan pembinaan dalam Rapat Koordinasi Triwulan II Tahun 2026.
Dalam arahannya, Ketua PTA Samarinda mengajak seluruh aparatur untuk menjadikan evaluasi sebagai bagian dari budaya organisasi. Menurutnya, evaluasi bukan sekadar mengukur hasil, tetapi juga menjadi kesempatan untuk terus belajar dan memperbaiki proses kerja.
"Evaluasi bukan untuk mencari kekurangan, tetapi menjadi sarana memperbaiki proses kerja. Jika setiap satuan kerja terus belajar dan berinovasi, pelayanan kepada masyarakat akan semakin berkualitas," ungkapnya.
Rangkaian rapat koordinasi kemudian dilanjutkan dengan pengumuman PTA Awards Triwulan II Tahun 2026. Penghargaan ini diberikan kepada satuan kerja dengan capaian kinerja terbaik. Penilaian dilakukan berdasarkan indikator yang telah ditetapkan secara objektif dan terukur.
Pada Triwulan II Tahun 2026, Pengadilan Agama Tanah Grogot berhasil meraih predikat Juara Umum PTA Awards. Prestasi tersebut mencerminkan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan, tata kelola organisasi, dan budaya kerja. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi satuan kerja lainnya untuk terus berinovasi.
|
|
![]() |
Pengadilan Agama Tanah Grogot (kiri) didampingi Hakim Tinggi Pengawas menerima penghargaan sebagai Juara Umum PTA Awards Triwulan II Tahun 2026.
Menutup arahannya, Ketua PTA Samarinda menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir. Yang terpenting adalah semangat untuk terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"PTA Awards bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh satuan kerja terus berkembang, saling belajar, dan menghadirkan pelayanan peradilan yang semakin berkualitas. Prestasi harus menjadi budaya, bukan sekadar pencapaian sesaat," tegasnya.
Melalui pelantikan Hakim Tinggi, rapat koordinasi, dan pelaksanaan PTA Awards Triwulan II Tahun 2026, Pengadilan Tinggi Agama Samarinda terus memperkuat komitmennya dalam membangun lembaga peradilan yang modern dan berintegritas. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi penguat semangat bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan mewujudkan Peradilan Agama yang Agung.(hfy)


